Berita

17 Juni 2026

Perkuat Sektor Maritim Pesisir, Longline Apung Dua Ekosistem Resmi Beroperasi di Desa Ngemboh

Perkuat Sektor Maritim Pesisir, Longline Apung Dua Ekosistem Resmi Beroperasi di Desa Ngemboh

Tim PPK Ormawa DPM FIP UNESA bersama kelompok nelayan Desa Ngemboh melaksanakan pelepasan alat budidaya dua ekosistem berupa longline apung ke laut pada Rabu, 17 Juni 2026, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Ngemboh. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam upaya mengoptimalkan budidaya kerang hijau sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

Pelepasan alat diawali dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya implementasi program oleh Kepala Desa Ngemboh. Kemudian kelompok kerja (pokja) longline yang terdiri atas nelayan setempat bersama mahasiswa Tim PPK Ormawa melakukan pemasangan alat ke lokasi budidaya yang telah ditentukan berdasarkan titik koordinat yang sesuai.

Penerapan teknologi tepat guna berupa longline apung ini diharapkan mampu menjadi solusi atas sistem budidaya tradisional yang selama ini masih mengandalkan metode tancap bambu. Selain lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan kerang hijau, teknologi ini juga dinilai lebih adaptif terhadap perubahan musim dan kondisi perairan. Kehadiran alat budidaya dua ekosistem tersebut menjadi inovasi yang memungkinkan nelayan memperoleh diversifikasi hasil tangkapan sehingga potensi ekonomi pesisir dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

"Semoga bermanfaat bagi seluruh nelayan desa Ngemboh, lebih menunjang ekonomi dan menamabah semangat para nelayan desa Ngemboh untuk berinovasi." ungkap Ryan, salah satu nelayan yang terlibat dalam pembuatan dan pemasangan alat longline apung.

Melalui pemasangan longline apung ini, Tim PPK Ormawa DPM FIP UNESA dan masyarakat Desa Ngemboh menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya pesisir yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.